Cara Mengelola Keuangan Perusahaan (Usaha Sampingan)

by agusnuramin

Ada beberapa keuntungan usaha sampingan:

  1. Usaha sampingan adalah  langkah awal untuk memulai  bisnis penuh waktu. Jika usaha sampingan itu semakin maju, tentunya dapat dipertimbangkan di masa depan sebagai usaha penuh waktu.
  2. Jika terjadi sesuatu pada pekerjaan tetap anda, dapur anda masih bisa ”ngebul” karena adanya ”safety net” dari usaha sampingan tersebut

Namun ada juga kerugian usaha sampingan:

1. Karena hanya usaha sampingan, maka tidak ”seluruh hati” anda dicurahkan ke usaha sampingan tersebut, Karenanya hasilnya juga bisa”setengah-setengah”.

2. Jika ”sang jendral/pelaksana” bukanlah anda sendiri, maka akan terjadi kerawanan pengelolaan keuangan dan manajemen

Contoh pertanyaan yang sering muncul :

Saya baru memulai usaha sampingan. Bagaimana mengelola keuangan perusahaan, misal berapa persen untuk gaji, biaya operasional, pengembangan usaha. Terima kasih

Karenanya pertanyaan Anda diatas sangat relevan untuk dibahas disini. Pengalaman kami dilapangan menunjukkan bahwa untuk usaha kecil menengah dan usaha sampingan, pengelolaan manajemen dan keuangan yang terbaik adalah sistem ”Manajemen ala Pasar Pagi”.  Manajemen Pasar Pagi terbukti berhasil membuat banyak usaha mom & pop yang ukuran tokonya kecil ’seperti kancil”  tetapi  berhasil mencapai omzet layaknya “gajah”.

Dalam sistem manajemen pasar pagi : jika baru memulai usaha sampingan

  1. Fokus utama adalah: menaikkan omzet sehingga modal bisa tertutupi secepatnya. Jadi persiapkanlah Business Scorecard dengan objective: Breakeven – Cash Flow – Revenue Growth – Sales Growth Rate
  2. Gaji untuk pegawai tidak ditentukan harus sekian persen dari omzet, tetapi ditentukan oleh: gaji standar di pasar. Untuk mengurangi biaya gaji, anda bisa menggunakan tenaga yang belum berpengalaman dan anda latih sendiri. Tentunya ini butuh waktu.
  3. Biaya operasional: harus fleksibel. Ada waktu-waktu tertentu, permintaan terhadap produk anda meningkat, karenanya biaya operasional juga akan membengkak. Untuk menguranginya gunakan tenaga paruh waktu, yang sebaiknya harus dilatih oleh anda sendiri
  4. Untuk pengembangan usaha, sebaiknya dilakukan jika Target dari Balance Scorecard anda sudah tercapai. Terlalu dini membicarakannya di tahap ini.

Jadi intinya:

  1. Gunakan Manajemen Pasar Pagi . Pengalaman kami menunjukkan, jika anda menggunakan sistem Manajemen Pasar Pagi ini, maka pengelolaan keuangannya juga menjadi efisien. Jadikan bank sebagai accountant anda. Semua uang masuk dan uang keluar harus lewat bank. Gaji anda sendiri juga harus ditarik dari bank. Alhasil semuanya tercatat rapi di buku/rekening bank anda.
  2. Aplikasikan Balance Scorecard. Semua target harus terukur. Balance Scorecard ini yang membuat rencana anda menjadi eksekusi.

 

Landasan Teori

Kartu skor berimbang (bahasa Inggris: balanced scorecard, BSC) adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi. BSC pertama kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak hanya berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.

Balanced Scorecard membantu organisasi untuk menghadapi dua masalah fundamental: mengukur performa organisasi secara efektif dan mengimplementasikan strategi dengan sukses. Secara tradisional, pengukuran terhadap bisnis berkisar pada aspek finansial, yang kemudian banyak mendatangkan kritik. Ukuran finansial tidaklah konsisten dengan lingkungan bisnis saat ini, punya daya prediktif yang lemah, mengakibatkan munculnya silo fungsional, menghambat cara berpikir jangka panjang, dan tidak lantas bisa relevan bagi kebanyakan level organisasi. Mengimplementasikan strategi secara efektif menjadi permasalahan tersendiri. Setidaknya terdapat empat pembatas implementasi strategi di organisasi: pembatas visi, pembatas orang, pembatas sumberdaya, dan pembatas manajemen.

Balanced Scorecard memberi organisasi elemen yang dibutuhkan untuk berpindah dari paradigma ‘melulu finansial’ menuju model baru yang mana hasil Scorecard menjadi titik awal untuk me-review, mempertanyakan, dan belajar tentang strategi yang dipunya. Balanced Scorecard akan menerjemahkan visi dan strategi ke dalam serangkaian ukuran koheren dalam empat perspektif yang berimbang. Kita akan dengan cepat bisa dapatkan informasi untuk dipertimbangkan lebih dari sekedar ukuran finansial.

Konsep keseimbangan dalam Balanced Scorecard terkait pada tiga area berikut:

  1. Keseimbangan antara indikator keberhasilan finansial dan non finansial. Balanced Scorecard sendiri awalnya dibuat untuk mengatasi kekuranghandalan ukuran performa finansial dengan menyeimbangkannya dengan pemicu lain untuk performa yang mengacu ke masa depan. Ini adalah masih terus menjadi prinsip dari sistem Balanced Scorecard ini.
  2. Keseimbangan antara konstituen internal dan eksternal dari organisasi. Shareholder dan pelanggan merepresentasikan konstituen eksternal dalam Balanced Scorecard, sementara karyawan dan proses internal merepresentasikan konstituen internal. Balanced Scorecard berusaha menyeimbangkan kebutuhan kedua grup yang tak jarang menjadi kontradiktif satu sama lain untuk bisa secara efektif mengimplementasikan strategi.
  3. Keseimbangan antara indikator performa lag dan lead. Indikator lag secara umum merepresentasikan performa masa lalu. Contohnya semisal saja kepuasan pelanggan atau revenue. Meskipun ukuran tersebut pada umumnya cukup obyektif dan bisa diakses dengan mudah, namun mereka semua punya daya prediktif yang lemah. Sementara itu indikator lead adalah pemicu performa yang membawa pada pencapaian indikator lag. Indikator ini biasanya berbentuk ukuran atas proses dan aktivitas. Pengiriman tepat waktu, semisal, bisa merepresentasikan indikator lead untuk ukuran lag kepuasan pelanggan. Suatu scorecard harus berisi campuran/paduan antara indikator lag dan lead. Indikator lag yang tanpa disertai oleh ukuran lead tidak akan mengkomunikasikan bagaimana target akan diraih. Sebaliknya, indikator lead tanpa ukuran lag akan menghasilkan perkembangan jangka pendek namun tidak tampak bagaimana perkembangan tersebut berdampak pada peningkatan benefit bagi pelanggan dan juga shareholder.

Sumber : http://swa.co.id/consultation/bagaimana-mengelola-keuangan-perusahaan

http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_skor_berimbang

About these ads