Bahagia Adalah Fitrah

by agusnuramin

Bahagia, memang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia, karena menurut fitrahnya, manusia itu diciptaakan dengan berbagai kelebihan dan kesempurnaan. Manusia adalah makhluk sebaik-baik ciptaanNya. Artinya, manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurnaa dibandingkan dengan makhluk yang lain. Kondisi ini sebetulnya sudah ternyatakan oleh Tuhan di beberapa ayat Al-qur’an.

dan sesungguhnya kami telah memuliakan anak cucu adam, dan kami angkut mereka di daratan dan di lautan, dan kami telah memberikan rizki yang baik kepada mereka, dan kami telah lebihkan mereka antara makhluk-makhluk yang telah kami ciptaakan dengan kelebihan yang sempurna. (Qs. Al-Isra :70).

Proses menggapai kebahagiaan itu diperlukan kesabaran menghadapi cobaan dan menoreh kearifan. sabar itu penting dan tercipta dari beberapa prinsip dasar dalam agama. sabar juga penting tuk dimiliki. Ia bisa masuk kesegala kehidupan umat manusia. Inilah kelebihan sabar. kini makna hakiki sabar sempit dan terbatas. Bagi kebanyakan orang kata “sabar” tidak lebih dari sekedar teori. buktinya sekarang siapa yang melihat kata ini sebagai satu cara praktis untuk menyelesaikan masalah dan mencapai semua tujuan?.

Metafor yang memperjelas dan memperkuat makna. “Nafsu itu kendaraan seseorang untuk mengantarkannya ke surga atau neraka. Rem nafsu ini adalah sabar. Jika kita tidak menggunakan rem itu dan membiarkannya tak terkendali. Maka nafsu itu akan bebas pergi kemana saja sesuai kemauannya.” begitu nasihat para ulama.

Kata sabar berarti menahan  diri atau mengendalikan diri. ketika saya berkata, “saya penyabar”, berarti saya telah mampu mengendalikan diri”. Mampu menahan diri dalam ketaatan berarti “selalu taat” . Mampu menahan diri dari maksiat berarti “menutup semua pintu kemaksiatan”. Tidakkah kita senang mengatakannya? Kita pasti sudah memahaminya dari awal.

Allah SWT. berfiman dalam Al-Qur’an :

Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Q.S. Al-Baqarah [2] : 153).

kabir Helminski, seorang penulis literatur sufi dan penerus tradisi maulawi jalaluddin rumi menulis tentang manusia sempurna dalam bukunya, “The Knowing Heart : A Sufi Part Of Transformation”. menurut dia, sifat manusia sempurna adalah refleksi dari sifat-sifat Tuhan. Tuhan mempunyai sifat yang tidak terbatas yang 99 diantaranya disebutkan di dalam Al-Qur’an. Kesempurnaan manusia adalah takdir bawaan kita, yang memerlukan hubungan harmonis antara kesadaran kita dengan rahmat Ilahi. sifat-sifat sempurna manusia menurut Kabir Helminski adalah:

  1. Pengatahuan diri. Tingkat pengetahuan kita terhadap diri kita sendiri, kelemahan, keterbatasan, karakteristik dan motivasi kita.
  2. Pengendalian diri. Kemampuan untuk membimbing dan mentransendensikan dorongan-dorongan nafsu.
  3. Pengetahuan yang objektif. pengetahuan yang bersesuaian baik dengan kebutuhan praktis maupun realitas objektif yang dapat diketahui melalui hati yang sadar dan suci.
  4. Pengetahuan batin. kemampuan untuk mengakses bimbingan dan makna dari dalam batin sendiri.
  5. Hadir. Kemampuan untuk tetap dalam kondisi khusuk, yakni secara sadar merasakan pengalaman.
  6. Cinta tanpa pamrih. Mencintai Tuhan dan ciptaanNya tanpa motif kepentingan diri.
  7. Meningkatkan perspektif Ilahiah. Kemampuan untuk selalu melihat kejadian-kejadian dan manusia dari perspektif terting cinta dan Tauhid dan tidak terperosok kedalam penilaian dan pendapat yang egois.
  8. Intim dengan Tuhan. Menyadari hubungan dengan sumber Ilahi.

Saya mengambil materi dari beberapa sumber yang Ingsya Allah terpercaya dan terkemuka. Diantara daftar pustaka :

  • Sentanu, Erbe. 2007. Quantum Ikhlas Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati. Jakarta. PT. Elex media komputindo.
  • Khalid, Amru Muhammad. 2003. Sabar dan Bahagia. Jakarta. PT. Serambi Ilmu Semesta.