Perjalanan Pulang Kampung (Idul Adha) Part.1

by agusnuramin

Seminggu sebelum perayaan Idul Adha saya sudah merencanakan untuk pulang kampung, merayakan Idul Adha nya di Tasikmalaya saja. Dari beberapa tahun saya merantau di luar kota untuk menimba ilmu, saya tidak pernah ketinggalan untuk berkumpul bersama keluarga pada acara-acara besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Meskipun hari liburnya sebentar itu tidak menjadi halangan buat saya untuk merasakan kebahagiaan bersama mereka. Pada kalender nasional libur hanya tanggal 17 sedangkan saya sebelum tanggal itu masih kuliah, maka terpaksa saya pulang kampung pada tanggal 17 november sesudah sholat i’d jam 09:00 wib. Shalat i’d dilaksanakan dilapangan bola Volley Mahakam Depok Timur dipimpin oleh imam Kiyai H.Nazril isi khutbah bertemakan tentang

“Menyambut dan Menghayati Hari Raya Kurban”

saudara-saudara sekalian. Hal pertama dan utama dalam menghayati makna idul adha adalah sejauh mana ketakwaan kita dalam mengabdi kepada Allah swt. sebab, hanya dengan penghayatan akan kepasrahan, kesabaran dan upaya tawakkal yang penu-seruluh yang dapat melampui segala rintangan, cobaan dan godaan hidup di dunia ini. sebagaimana yang dialami oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tatkala bujuk-rayu dan tipu-jahat iblis mencoba menggoyahkan dan menjerumuskan iman mereka dari Allah swt.

“maka dari itu, dalam surat al-Hadiid ayat 22-23, Allah swt. berfirman : Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. sesungguhnya yang demoikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput darimu, dan agar kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membagakan diri.”

Demikianlah isi Khutbah Kiyai sebelum sholat i’d dipungkas dengan do’a.  Sesudah Sholat i’d beres, saya pulang ke rumah dan bergegas menyiapkan barang-barang yang akan dibawa pulang ke Tasikmalaya. Barangnya tidak terlalu banyak hanya beberapa potong pakaian dan laptop tua  ku masukkan kedalam tas rangsel. Dalam waktu setengah jam semuanya sudah rapih dan saya langsung berpamitan ke kakek pergi ke terminal Lebak Bulus. Dari rumah memakai carry jasa angkutan kota kemudian turun di terminal depok dilanjutkan naik Bus metromini DeBora. Dalam Bus metromini DeBora sesak dan pengapnya minta ampun sudah tahu penumpangnya penuh kondektur masih saja menawarkan penumpang diluar untuk masuk, akibatnya didalam tuh gak bisa napas dan gerak. Saya lihat ada ibu yang lagi menggendong bayinya kasihan banget, tak terbayangkan orang dewasa saja sudah kepayahan apalagi bayi ya ampun pasti bayi itu tersiksa didalam bus, sudah bayinya nangis terus kemudian badannya berkeringat wajahnya memerah. sungguh malang kalo naik bus metromini. Tapi apa boleh buat itu alat transfortasi umum yang kita miliki harus disyukuri.

Perjalanan Jakarta-Tasik menempuh 7 jam lumayanlah cukup membuat kita bosan didalam bus. Solusi untuk menghilangkan rasa bosan itu bisa dilakukan dengan cara mendengarkan musik dari ipod kita, tidur atau mengobrol dengan teman sebangku. Ketiga cara itu sudah saya lakukan dan akhirnya tak terasa waktu pun sudah mendekati kota tasikmalaya. Dari jarak 500 m sudut pandangku kedepan sudah terlihat gapura kabupaten Tasikmalaya hatipun terasa senang penderitaan didalam bus akan segera berakhir. hehe

Alhamdulillah sudah sampai di Full bus Primajasa, istirahat sejenak duduk-duduk kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Tasikmalaya menggunakan carry angkutan kota sampai Pasundan at Soto didi. Dari sana saya menelpon saudara untuk menjemputku, hanya menunggu 10 menit jemputanpun datang dan saya berangkat menaiki mobil type Avanza tahun 2008-an. Akhir cerita selama diperjalanan saya sampai ketujuan yaitu tiba di rumah terindah di kampung halamanku.

Masih ada cerita selanjutnya mengenai perayaan idul adha bersama keluarga di Tasikmalaya, seru loh tapi untuk kali ini bersambung dulu yaa.. selanjutnya (part2)