Perjalanan Pulang Kampung (Idul Adha) Part.2

by agusnuramin

sumber gambar : google

Sesampainya dirumahku tercinta, saya ketemu dan bertatap muka sama ibu, ayah, saudara-saudara, ponakan tatapan mata ini sama mereka tiada terhenti seakan menyampaikan rasa kangen yang terpendam sekian lamanya, jantungku bertedak kencang bah mendapatkan reward yang sangat besar, dalam hatiku berucap yaa Allah “Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan bertemu sama keluargaku rasanya bahagia sekali”. Kebahagian ini tak tergantikan oleh nilai materi lain sebesar gunung atau seluas lautan apapun hanya perasaan intuisi hatilah yang dapat mengisi. Mudah-mudahan Engkau jadikan rasa bahagia kebersamaan ini selalu ada bersama keluargaku. Amin.

Mereka menyambutku dengan hangat mesra rasa rindu terus menjadi tema perbincangan kita, Pertanyaan bertubi-tubi menghantamku seakan saya sedang diwawancarai oleh wartawan yang haus akan informasi tapi dalam cakupan rasa bahagia tidak terkekan emosi, Secara garis besarnya mereka ingin tahu tentang saya mengenai (pertanyaan ayah+ibu) :

  • Bagaimana keadaanku selama tinggal di Depok?

Jawab saya : Alhamdulillah mah, yah keadaan Agus di Depok baik sehat walafiat terjaga dengan teratur. Mulai dari bangun tidur sampai kelar kuliah saya tidak lupa untuk mengatur waktu istirahat dan makan meskipun kegiatanku padat terutama masalah ibadah sholat masih terjaga apik Frequensi bolong-bolongnya sedikit. Untuk selanjutnya, saya pastikan tidak akan ketinggalan lagi kalo sudah masuk waktu sholatnya, ibu+ayah hehe

  • Apakah saya betah tinggal di sana?

Jawab saya : Pertama yang saya rasakan kurang betah tinggal di sini, mungkin karena baru pindahan jadi butuh penyusaian lagi. tapi setelah beberapa waktu lamanya saya paksakan untuk menyesuaikan diri Alhamdulillah (ibu+ayah) saya betah tinggal di Depok. Sekarang Agus sudah mengenal baik kondisi hidup di kota ini agak berbeda budayanya dengan hidup di Bandung/Tasikmalaya yang menjunjung tinggi “Gemah repah-rapih, silih asah-silih asih-silih asuh”. Tapi secara umum dengan pandai-pandainya lah menyesuaikan diri yang akan membuat seseroang merasa betah. Untuk masalah biaya hidup disini lebih mahal dibandingkan di Bandung/Tasikmalaya mungkin karena sudah termasuk kota Metropolitan yang serba glamour dan perputaran uangnya sangat cepat jadi biaya hidup pun membengkak butuh bekal tambahan.. hehe

  • Sudahkah saya mempunyai teman baru, gimana teman itu baik atau tidak?

Jawab saya : Alhamdulillah teman-teman disini sangat welcome menerima pertemanan saya. Sudah beberapa orang yang menjadi teman akrab saya, mereka sangat good attitude and care to me. Saya kuliah dan kemudian sekelas sama mereka, menjadikan kami seakan satu keluarga yang bahagia. Untuk masalah teman tidak ada masalah selagi kitanya pun berprilaku baik dan sopan-santun pada orang lain.

Demikianlah perbincangan ringkas kami disela-sela canda tawa melepas rindu. Keadaan keluargaku Alhamdulillah baik semua namun ada sedikit kabar yang kurang mengenakan yang kami rasakan tiba-tiba setelah mengetahui mamahku penyakitnya kambuh lagi tapi tidak terlalu parah masih bisa tersenyum lega dan beraktifitas biasa hanya sakit ringan. hampir satu tahun beliau masih mengidap penyakit itu. sudah beberapa dokter spesialis yang pernah dikunjungi meskipun masih belum bisa dapat solusi yang terbaik untuk kesembuhan mamahku. kadang-kadang mamah sehat tapi sewaktu-waktu bisa sakit lagi, ya Allah ini sebuah cobaan yang terberat bagi mamah, diriku dan keluargaku. Kata dokter : mamah mengidap penyakit dalam tapi entah tak tahu apa nama penyakit itu. gejala yang sering dirasakan mamah sering kesakitan di lambungnya, pusing kepala, dan rasa letih. Mungkin ada sobat yang tahu solusi berobat harus kemana bisa share disni..

Ayah bercerita pada tanggal 17 pagi hari keluargaku memotong satu hewan kurban yaitu sapi dan beberapa ekor kambing meskipun tidak banyak tapi (Alhamdulillah) kami bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rizkiNya, kesibukan waktu itu sangat padat dimulai dari acara pemotongan sampai pembagian daging kepada orang yang hak menerimanya. Alhamdulillah pada akhir cerita tgl 17 pagi jam 11:00 WIB daging qurbanpun semuanya sudah terbagi (@ 2,5 ons) secara adil dan rapih ke masyarakat setempat.

Untuk jatah bagian keluarga kami sedikit tidak banyak hanya 2,5 kilogram berat daging dan 1 potong kaki sapi saja karena itupun

sumber gambar : google

sudah ketentuan. Kakak menyiapkan panggangan dan wadah beserta arangnya ceritanya dia mau membuat sate madura dilakukan di halaman belakag rumah, kakak perempuan menyiapkan bumbu masaknya dilakukan di dapur sedangkan saya memasak sayur dengkul kaki sapi dilakukan didapur. pokoknya seru banget deh waktu acara masak-masaknya, semua sambil tertawa terbahak-bahak karena jarangnya kali bisa masak bareng. Ayah+ibu menyiapkan dan merapihkan meja makan buat hidangan makanan hehe

Sesudah hidangan masak semua acara makan-makan barengpun digelar, kebetulan meja makan ouval kita besarkan di tengah-tengah ada sate, sop dengkul, semur daging, dan rendang, sayur capcay, sambel plus lalaban terbanyak bermenu daging (wkwk) alhamdulillah semua person kebagian kursi duduk.. di ujung ada Ayah memimpin do’a disamping kanannya ada ibu dan sisanya kami sebagai anak-anaknya dan cucu-cucunya. makan barengpun terlaksana deh hehe

Diwaktu malam sehabis sholat isya kami ngmpul ngobrol-ngobrol ngaler-ngidul gak ada tema apapun diruang keluarga (ahaha) sambil makan makanan ringan dan minuman tradisional yang disajikan oleh ibu seperti kue, awug, surabi, bandrek, sirup campur kelapa muda dan lain-lain..

Saking betahnya tinggal di rumah ga kerasa waktupun berganti esok hari. tanggal 19 saya harus balik lagi ke Depok karena pada tanggal 20 jam 3 sore ada kuliah praktikum. terpaksa bersiap kembali untuk bergegas merapihkan barang-barang yang akan dibawa kembali ke Depok. Pada tanggal 19 jam 08:00 WIB dalam waktu 30 menit semua barang sudah rapih masuk ke dalam tas rangsel. dan akhirnya aku dengan rasa sedih berpamitan pada keluargaku untuk pergi ke kota rantauan. Kata terakhir yang terucapkan Assalamu’alaikum semuanya do’akan agus yaa Ibu/ayah.

sumber gambar : google

Dari rumah pergi ke terminal type A kota Tasikmlaya menggunakan sepeda motor dianter oleh teman. Sampai di terminal saya naik bus jurusan Tasik-Lebak bulus. perjalanan memakan waktu 7 jam sembaring menunggu itu saya mendengarkan musik pada Ipod  dan tidur-tidur dengan posisi badan duduk dalam bus. Karena dari rumah membawa perasaan bahagia jadi waktu yang cukup lama tidak terasa sebegitu lamanya seakan sebentar saja, yaa alhamdulillah sampailah saya di Terminal Lebak Bulus. Dari sana melanjutkan lagi naik metromini DeBora tujuan Depok karena naiknya lansung dari terminal syukur saya dapat kursi duduk, jadi ga usah berdiri hehe sudah di terminal naik angkutan kota dan sampailah di rumah. capek wek sekarang waktunya memulihkan tenaga dengan beristirahat dulu kawan. hehe

Begitulah sobat cerita singkat mengenai liburan saya kemarin merayakan Idul Adha di kampungku. Mudah-mudahan tahun depan kita masih diberikan kesempatan oleh Tuhan YME untuk merayakan Idul Adha. Amin. Dalam kesempatan ini ceritanya ada dua tahap mungkin terlalu panjang kali yaa tapi semoga saja thread 1-2 dapat menjadi hiburan bagi para readers dimanapun berada, salam rindu saya bagi semuanya dan mohon maaf apabila ada salah dan khilaf. Keep good our friendships ^_^