Tips : Membeli Saham karena Nilainya, Bukan Harganya

by agusnuramin

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.  Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkanobligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

  • Saham Preferen

memiliki karakteristik :

  1. Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
  2. Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian dividen
  3. dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
  4. Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk
  • Saham Biasa

Memiliki karakteristik :

  1. Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris
  2. Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
  3. Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja

 

Di bursa saham terdapat banyak sekali calon pembeli dan penjual saham. Oleh karenanya, persepsi masing-masing pelaku pasar mengenai harga suatu saham tentu akan berbeda-beda. Terkdang harga yang ditawarkan oleh penjual terasa terlalu mahal, terkadang malah terlihat terlalu murah. Hal tersebutlah yang menjadikan harga saham menjadi sangat fluktuatif. Oleh karena itu pula banyak orang yang mengatakan bahwa investasi di saham sangat berisiko karena ada kemungkinan saham yang kita beli akan turun harganya karena di kemudian hari pelaku pasar menganggap harganya terlalu mahal.

Nilai suatu saham dapat dibedakan 3 yakni :

  1. Nilai buku (book value) adalah nilai saham yang didasarkan pada pembukuan emiten
  2. Nilai pasar (market value) adalah nilai saham berdasarkan harga pasar dan tergantung penawaran dan permintaan.
  3. Nilai intrinsik saham adalah nilai seharusnya dari saham yang dibentuk oleh faktor fundamental perusahaan

Pernah suatu kali saya ngobrol dengan salah seorang teman yang berinvestasi di saham. Dia mengatakan bahwa saham X sudah terlalu murah. Saya kemudian bertanya, maksudnya murah gimana? Dia mengatakan bahwa dia heran kok sahamnya dijual hanya 500 rupiah per lembarnya padahal ada saham lain yang dijual sampai ribuan rupiah per lembarnya. Hmm, sepertinya teman saya itu salah persepsi. Dia melihat saham dari harganya saja dan bukan nilai sebenarnya.

Apa yang dimaksud dengan nilai sebenarnya? Misalkan Anda ditawari sebuah motor bebek 110cc tahun 2006 dengan harga 15 juta rupiah. Apakah Anda akan mau membelinya? Tentu saja tidak. Anda menolak untuk membeli motor tersebut karena Anda tahu bahwa nilainya hanya berkisar 8-9 juta rupiah saja. Dari contoh tersebut terlihat apa perbedaan antara ‘harga’ dan ‘nilai’. Harga adalah sesuatu yang ditawarkan pada kita sedangkan nilai adalah jumlah yang pantas untuk kita bayarkan untuk mendapatkan sesuatu.

Hal serupa juga berlaku di bursa saham. Setiap hari, bahkan setiap saat harga yang ditawarkan kepada kita terus berubah-ubah. Jika kita mengetahui nilai dari suatu saham tentu kita akan membeli saham tersebut apabila harga yang ditawarkan kepada kita lebih murah daripada nilai yang pantas untuk saham tersebut. Saat ini, banyak sekali perusahaan yang sahamnya dijual dengan sangat murah karena kondisi pasar yang jelek. Jika kita jeli, kita akan mendapatkan saham yang bagus dengan harga sangat murah.

Setelah mengetahui konsep tersebut, muncullah permasalahan selanjutnya. Bagaimanakah caranya kita mengetahui nilai sebenarnya dari suatu saham? Sampai dengan saat ini, terdapat berbagai macam metode yang digunakan untuk mengetahui nilai dari suatu saham.

Dari sekian banyak metode tersebut, sebenarnya inti dari penilaian saham (biasa juga disebut dengan valuasi saham) adalah:

  1. Seberapa banyak uang yang akan mengalir ke perusahaan tersebut di masa depan? Semakin besar pendapatan perusahaan, semakin cepat pula kita balik modal. Dalam hal ini kita berbicara mengenai prospek perusahaan ke depan.
  2. Berapa nilai aset perusahaan yang dapat kita jual seandainya perusahaan tersebut akan tutup? Dalam hal ini kita berbicara mengenai nilai perusahaan saat ini jika tidak ada pendapatan yang akan masuk ke depannya.
  3. Mahal atau murahkah harga saham tersebut jika dibandingkan dengan harga saham perusahaan sejenis?

Sebenarnya masih ada beberapa pendekatan lain namun biasanya ketiga pendekatan itulah yang digunakan untuk menilai suatu saham.

Sumber :

http://parahita.wordpress.com/2008/11/15/belilah-saham-karena-nilainya-bukan-harganya/

http://id.wikipedia.org/wiki/Saham

http://nyariduitreceh.blogspot.com/2010/12/nilai-saham.html