Laporan Arus Kas Untuk Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan

by agusnuramin

LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERUSAHAAN BUKAN LEMBAGA KEUANGAN

Lampiran ini hanya merupakan suatu ilustrasi dan bukan merupakan bagian dari Pernyataan. Tujuan lampiran ini adalah untuk mengilustrasikan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 tentang Laporan Arus Kas.

  1. Contoh-contoh ini hanya menunjukkan jumlah pada periode berjalan.
  2. Informasi dalam laporan laba rugi dan neraca disajikan untuk memperlihatkanpenyusunan laporan arus kas dengan metode langsung dan tidak langsung. Untukmenyederhanakan, contoh neraca maupun laporan laba rugi terlampir tidak disajikanmenurut persyaratan pengungkapan dan penyajian menurut standar akuntansikeuangan.
  3. Informasi tambahan berikut juga relevan untuk menyusun laporan arus kas: 
  • semua saham anak perusahaan diperoleh dengan Rp. 590. Nilai wajar aktiva yang diperoleh dan hutang diasumsikan sebagai berikut:

–      persediaan Rp. 100

–      piutang dagang Rp. 100

–      kas Rp. 40 dan peralatan Rp. 650

–      hutang dagang Rp. 100

–      hutang jangka panjang Rp. 200

  • Rp. 250 diperoleh dari penerbitan modal saham dan Rp. 250 diperoleh dari pinjaman jangka panjang
  • beban bunga Rp. 400, dan telah dibayar sebesar Rp. 170 selama periode tersebut, Rp. 100 yang merupakan beban bunga periode sebelumnya juga dibayar pada periode tersebut.
  • dividen yang dibayarkan Rp. 1.200
  • hutang pajak pada awal dan akhir periode masing- masing sebesar Rp. 400 dan Rp. 1000. Selama periode disisihkan Rp. 200 untuk tambahan pajak. Pajak yang terutang dari dividen yang diterima berjumlah Rp. 100
  • selama periode, perusahaan memperoleh tanah, bangunan dan peralatan dengan harga total Rp. 1.250, Rp. 900 diperoleh dari sewa guna usaha keuangan. Pembayaran kas sebesar Rp. 350 untuk pembelian tanah, bangunan dan peralatan. pabrik dengan nilai buku Rp. 80 dan akumulasi penyusutan Rp. 60 dijual dengan harga Rp. 20
  • piutang dagang pada akhir 19-2 termasuk bunga piutang sebesar Rp. 100

PT ABC

Neraca Konsolidasi

Per 31 Desember 19-2 dan 19-1

dalam rupiah

Aktiva

19-2

19-1

Kas dan setara kas

410

160

Piutang dagang

1900

1200

Persediaan

1000

1950

Investasi portfolio

2500

2500

Tanah, bangunan & Peralatan

3730

1910

Akumulasi penyusutan

(1450)

(1060)

Tanah bangunan & peralatan (neto)

2280

850

Jumlah aktiva

8090

6660

 

Kewajiban
Hutang dagang

250

1890

Hutang bunga

230

100

Hutang pajak penghasilan

400

1000

Hutang jangka panjang

2300

1040

Jumlah kewajiban

3180

4030

 

Ekuitas

 

 

Modal saham

1500

1250

Saldo laba

3410

1380

Jumlah ekuitas

4910

2630

Jumlah kewajiban dan ekuitas

8090

6660

PT ABC

Laporan Laba Rugi Konsolidasi

Tahun yang berakhir 31 Desember 19-2

dalam rupiah

Penjualan

30.650

Beban Pokok Penjualan

(26.000)

Laba Bruto

4.650

Penyusutan

(450)

Beban Administrasi dan Penjualan

(910)

Beban Bunga

(400)

Penghasilan Investasi

500

Kerugian Selisih Kurs

(40)

Laba Bersih Sebelum Pajak dan Pos Luar Biasa

3.350

Pos Luar Biasa – hasil penyelesaian asuransi gempa bumi

180

Laba Bersih Setelah Pos Luar Biasa

3.530

Pajak Penghasilan

(300)

Laba Bersih

3.230

PT ABC

Laporan Arus Kas (Metode Langsung)

Tahun yang Berakhir 31 Desember 19-2

dalam rupiah

 

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

 

 

Penerimaan kas dari pelanggan

30.150

 

Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan

(27.600)

 

Kas yang dihasilkan operasi

2.550

 

Pembayaran bunga

(270)

 

Pembayaran pajak penghasilan

(900)

 

Arus kas sebelum pos luar biasa

1.380

 

Hasil dari asuransi karena gempa bumi

180

 

Arus kas bersih dari aktivitas operasi

1.560

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

 

Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)

(550)

 

Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)

(350)

 

Hasil dari penjualan peralatan

20

 

Penerimaan bunga

200

 

Penerimaan dividen

200

 

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi

 

(480)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

 

 

Hasil dari penerbitan modal saham

250

 

Hasil dari pinjaman jangka panjang

250

 

Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan

(90)

 

Pembayaran dividen *

(1.200)

 

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan

 

(790)

Kenaikan bersih kas dan setara kas

 

290

Kas dan setara kas pada awal periode (Catatan C)

 

120

Kas dan setara kas pada akhir periode

 

410

PT ABC

Laporan Arus Kas (Metode Tidak Langsung)

Tahun yang Berakhir 31 Desember 19-2

dalam rupiah

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba bersih sebelum pajak dan pos luar biasa 3.350
Penyesuaian untuk:
Penyusutan 450
Kerugian selisih kurs 40
Penghasilan investasi (500)
Beban bunga 400
Laba operasi sebelum perubahan modal kerja 3740
Kenaikan piutang dagang dan piutang lain (500)
Penurunan persediaan 1050
Penurunan hutang dagang (1740)
Kas dihasilkan dari operasi 2550
Pembayaran bunga (270)
Pembayaran pajak penghasilan (900)
Arus kas sebelum pos luar biasa 1380
Hasil dari penyelesaian asuransi gempa bumi 180
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 1560
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A) (550)
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B) (350)
Hasil dari penjualan peralatan 20
Penerimaan bunga 200
Penerimaan dividen 200
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (480)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Hasil dari penerbitan modal saham 250
Hasil dari pinjaman jangka panjang 250
Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan (90)
Pembayaran dividen * (1200)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan (790)
Kenaikan bersih kas dan setara kas 290
Kas dan setara kas pada awal periode (Catatan C) 120
Kas dan setara kas pada akhir periode 410

 

Catatan atas Laporan Arus Kas

(metode langsung dan metode tidak langsung)

Perolehan Anak Perusahaan

Selama periode ini perusahaan membeli anak perusahaan X. Nilai wajar dari aktiva yang diperoleh dan kewajiban diasumsikan sebagai berikut:

dalam rupiah

Kas 40
Persediaan 100
Piutang dagang 100
Tanah, Bangunan dan Peralatan 650
Hutang Dagang (100)
Hutang Jangka Panjang (200)
Total harga beli 590
Dikurangi: kas dari X (40)
Arus kas dari perolehan anak perusahaan 550

Tanah, Bangunan dan Peralatan

Selama periode ini, perusahaan memperoleh tanah, bangunan dan peralatan dengan nilai total Rp. 1.250 di mana Rp. 900 diantaranya diperoleh melalui sewa guna usaha keuangan. Pembayaran kas untuk perolehan ini adalah Rp. 350

Kas dan setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas di tangan dan saldo bank, serta investasidalam instrumen pasar uang. Kas dan setara kas dalam laporan arus kasmeliputi jumlah-jumlah dalam neraca berikut ini:

19-2

19-1

Kas dan Bank

40

25

Investasi Jangka Pendek

370

135

Kas dan setara kas yang dilaporkan sebelumnya

410

160

Pengaruh perubahan nilai tukar valuta

—–

(40)

Kas dan setara kas setelah dinyatakan kembali

410

120

Kas dan setara kas pada akhir periode

meliputi rekening deposito bank sebanyak Rp.100 yang dipegang oleh anak perusahaan dan tidak dapat digunakan dengan bebas oleh holding company karena adanya pembatasan arus valuta. Kelompok perusahaan ini mempunyai fasilitas pinjaman sebesar Rp. 2.000, Rp. 700 diantaranya hanya dapat digunakan untuk ekspansi di masa depan.

Informasi segmen

dalam rupiah

Segmen A Segmen B Total
Arus kas dari:
Aktivitas Operasi 1.700 (140) 1.560
Aktivitas Investasi (640) 160 (480)
Aktivitas Pendanaan (570) (220) (790)
490 (200) 290

Alternatif penyajian (metode tidak langsung)

Sebagai alternatif, dalam laporan arus kas dengan metode tidak langsung, laba operasi sebelum perubahan modal kerja kadang kadang disajikan sebagai berikut :

(dalam rupiah)

Pendapatan di luar pendapatan investasi                                 30.650

Biaya operasi di luar penyusutan                                                (26.910)

Laba operasi sebelum perubahan modal kerja                       3.740

 

sumber : Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 LAPORAN ARUS KAS