Penyajian Laporan Keuangan

by agusnuramin

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 berisi tentang penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.

Tujuan pernyataan dalam PSAK No. 1 adalah menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut “Laporan Keuangan” agar dapat dibandingkan, baik dengan laporan keuangan perusahaan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan perusahaan lain. Pengakuan, pengukuran,serta pengungkapan transaksi dan peristiwa tertentu diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi terkait.

Pernyataan ini mengatur:

  1. persyaratan bagi penyajian laporan keuangan
  2. struktur laporan keuangan
  3. persyaratan minimum
  4. isi laporan keuangan.

Komponen laporan keuangan yaitu, neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dalam laporan keuangan harus dicantumkan nama perusahan, cakupan laporan keuangan, tanggal atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan, mata uang pelaporan, satuan angka yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.

Laporan Laba Rugi (Income Statement atau Profit and Loss Statement)

Laporan Laba Rugi laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

Laporan Perubahan Modal adalah laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik.

Neraca (balance sheet atau statement of financial position)

Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu.

Laporan Arus Kas (Cahs Flow Statement)

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode tertentu. Laporan Arus Kas akan dibahas dalam bab tersendiri.

Penyajian laporan keuangan mensyaratkan pertimbangan dan estimasi pada setiap transaksi. Penjelasan mengenai penggunaan kebijakan akuntansi dan dasar estimasi yang digunakan dalam laporan keuangan disyaratkan dalam pembuatan laporan keuangan.

Tujuan laporan keuangan memberikan informasi mengenai:

  1. Posisi keuangan,
  2. Kinerja keuangan
  3. Arus kas entitas

Yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

Seperti yang tercantum dalam PSAK No.1 bahwa manajemen perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan.

Karakteristik Umum

  1. Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK
    1. Menyebutkan secara explisit kepatuhan terhadap SAK
    2. Kepatuhan terhadap PSAK memberikan pemahaman yang salah (kondisi jarang terjadi) à tidak sesuai PSAK
  2. Kelangsungan usaha
    1. Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, mengungkapkan fakta jika terjadi pelanggaran asumsi
  3. Dasar akrual
  4. Material dan agregasi
  5. Saling hapus à Tidak boleh kecuali disyaratkan atau diizinkan       suatu PSAK
  6. Frekuensi pelaporan à Tahunan
  7. Informasi komparatif à Periode sebelumnya
  8. Konsistensi penyajian à Penyajian dan klasifikasi

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999. Penerapan lebih dini dianjurkan.

 

Sumber :

Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI

Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley