Neraca (Balance Sheet atau Statement of Financial Position)

by agusnuramin

Pembagian Lancar dengan Tidak Lancar dan Jangka Pendek dengan Jangka Panjang

Perusahaan menyajikan aktiva lancar terpisah dari aktiva tidak lancar dan kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu yang diatur dalam SAK khusus. Aktiva lancar disajikan menurut ukuran likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh temponya.

Perusahaan harus mengungkapkan informasi mengenai jumlah setiap aktiva yang akan diterima dan kewajiban yang akan dibayarkan sebelum dan sesudah dua betas bulan dari tanggal neraca.

Apabila perusahaan menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi perusahaan yang dapat diidentifikasi dengan jelas, maka klasifikasi aktiva lancar dan tidak lancar serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam neraca memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aktiva bersih sebagai modal kerja dengan aktiva yang digunakan untuk operasi jangka panjang. Pengklasifikasian tersebut juga menonjolkan aktiva yang diharapkan akan direalisasi dalam siklus operasi berjalan dan kewajiban yang akan jatuh tempo pada periode yang sama. Informasi tentang tanggal jatuh tempo aktiva dan kewajiban bermanfaat dalam menilai likuiditas dan solvabilitas perusahaan.

Aktiva Lancar

Suatu aktiva diklasifikasikan sebagai aktiva lancar, jika aktiva tersebut:

  1. Diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki un tuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan; atau
  2. Dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca; atau
  3. berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi,

Aktiva yang tidak termasuk kategori tersebut di atas diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar.

Siklus operasi perusahaan merupakan rata-rata jangka waktu antara perolehan bahan baku memasuki proses dan realisasinya menjadi kas atau instrumen yang siap dijadikan kas. Aktiva lancar termasuk persediaan dan piutang dagang yang dijual, dikonsumsi dan direalisasi sebagai bagian dari siklus normal operasi perusahaan walaupun aktiva tersebut tidak diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca. Surat berharga diklasifikasikan sebagai aktiva lancar apabila surat berharga tersebut diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu dua betas bulan dari tanggal neraca dan jika lebih dari dua betas bulan diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar. Untuk tujuan pengklasifikasian ini, siklus operasi diasumsikan satu tahun kecuali untuk kegiatan atau industri tertentu dimana jangka waktu yang lebih panjang jelas lebih layak.

Pembiayaan jangka panjang perusahaan dan diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Da lam hal tidak terdapat perjanjian mengena i pembiayaan kembali, maka pembia yaan kembali tidak dapat diasumsikan akan terjadi secara otomatis sehingga kewajiban harus diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek. Perjanjian kembali harus secara resmi disepakati sebelum laporan keuangan disetujui yang membuktikan bahwa pada tanggal neraca substansi kewajiban merupakan kewajiban jangka panjang.

Informasi yang Disajikan dalam Neraca

Neraca perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur posisi keuangan yang diperlukan bagi pen yajian secara wajar. Neraca, minimal mencakup pos-pos berikut:

  1. aktiva berwujud;
  2. aktiva tidak berwujud;
  3. aktiva keuangan;
  4. investasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas;
  5. persediaan;
  6. piutang usaha dan piutang lainnya;
  7. kas dan setara kas;
  8. hutang usaha dan utang lainnya;
  9. kewajiban yang diestimasi;
  10. kewajiban berbunga jangka panjang;
  11. hak minoritas; dan
  12. modal saham dan pos ekuitas lainnya.

Pos, judul, dan sub jumlah lain disajikan dalam neraca apabila diwajibkan oleh Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan atau apabila penyajian tersebut diperlukan untuk menyajikan posisi keuangan perusahaan secara wajar.

Pernyataan ini tidak mengatur susunan atau format mengenai pos-pos yang harus disajikan dalam neraca. Suatu daftar pos-pos yang berbeda dalam sifat maupun fungsinya sehingga Iayak disajikan di neraca secara terpisah. Penyesuaian terhadap pos-pos tersebut di atas meliputi:

  1. Penambahan pos-pos dilakukan jika PSAK mewajibkan penyajian secara terpisah dalam neraca, atau apabila suatu pos sangat material sehingga penyajian yang terpisah akan membantu penyajian posisi keuangan secara wajar;
  2. istilah yang digunakan dan urutan pos-pos dapat diubah sesuai dengan sifat perusaha an dan transaksinya guna memberikan informasi yang diperlukan bagi pemahaman posisi keuangan perusahaan secara menyeluruh.

Pertimbangan apakah pos-pos tambahan disajikan secara terpisah didasarkan atas penilaian dari:

  1. sifat, likuiditas, dan materialitas aktiva;
  2. fungsi pos-pos tersebut dalam perusahaan;
  3. jumlah, sifat dan jangka waktu kewajiban.

Aktiva dan kewajiban yang berbeda dalam sifat dan fungsi kadang-kadang diukur dengan dasar pengukuran yang berbeda. Misalnya aktiva tertentu dicatat atas dasar biaya perolehan atau penilaian kembali, maka penggunaan dasar pengukuran yang berbeda untuk setiap aktiva mengindikasikan bahwa sifat dan fungsi aktiva tersebut juga berbeda sehingga aktiva tersebut harus disajikan secara terpisah.

Informasi Disajikan di Neraca atau di Catatan Atas Laporan Keuangan

Perusahaan harus mengungkapkan, di Neraca atau di Catatan atas Laporan Keuangan, subklasifikasi pos-pos yang disajikan, diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi perusahaan. Setiap pos di sub-klasifikasikan, jika memungkinkan, sesuai dengan sifatnya; dan jumlah terutang atau piutang pada perusahaan induk, anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa lainnya diungkapkan secara terpisah.

Rincian yang tercakup dalam sub-klasifikasi, di Neraca atau di Catatan atas Laporan Keuangan, tergantung pada persyaratan dari PSAK dan materialitas jumlah pos yang bersangkutan. Faktor-faktor yang diuraikan pada paragraf 51 dapat digunakan dalam menentukan dasar bagi sub-klasifikasi.

Perusahaan mengungkapkan hal-hal berikut di Neraca atau di Catatan atas Laporan keuangan :

1.  untuk setiap jenis saham:

  • jumlah saham modal dasar;
  • jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh;
  • nilai nominal saham;
  • ikhtisar perubahan jumlah saham beredar;
  • hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal;
  • saham perusahaan yang dikuasai oleh perusahaan itu sendiri atau oleh anak perusahaan atau perusahaan asosiasi; dan
  • saham yang dicadangkan untuk hak opsi dan kontrak penjualan, termasuk nilai dan persyaratannya;

2.  penjelasan mengenai sifat dan tujuan pos cadangan dalam ekuitas;

3.  penjelasan apakah dividen yang diusulkan tapi secara resmi belum disetujui untuk dibayarkan telah diakui atau tidak sebagai kewajiban; dan

4.  jumlah dividen saham preferen kumulatif yang belum diakui.

Perusahaan yang modalnya tidak terbagi dalam saham, seperti persekutuan, mengungkapkan informasi yang setara dengan persyaratan di atas, yang memperlihatka perubahan dalam suatu periode dari setiap jenis penyertaan serta hak, keistimewaa dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis penyertaan.

Sumber : Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, IAI, Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 1998)